Rabu, 19 November 2014

Laporan Praktikum Desain Basis Data 7 : Sub Query dan Indeks

A. Landasan Teori

1. SUB QUERY
      Subquery  atau query Nested merupakan bentuk query yang terdapat dalam query yang lain. Sub Query digunakan untuk menangani masalah yang kompleks yang mungkin sulit untuk dilakukan hanya dengan sebuah query. Subquery  dapat  ditempatkan dalam klausa where, having, from.  Penggunaan sub query dapat diterapkan pada pernyataan SELECT,  UPDATE, DELETE, dan INSERT. Aturan Sub Query adalah
  • Dalam sebuah query boleh memiliki lebih dari 1 sub query.
  • Sebuah sub query boleh memiliki sub query lagi.
  • Operator perbandingan yang dapat digunakan adalah =, >,<, >=, <=, <>, !=, <=>, IN, ANY, SOME, ALL, EXISTS, NOT EXISTS
2. SELECT INTO STATEMENT       
    Query select into statement merupakan query  SQL yang digunakan untuk mengopi informasi dari tabel ke tabel yang lain tanpa membuat tabel sebelumnya.
 
3. INDEKS      
     Indeks disini berguna dalam suatu pencarian nilai atau data dalam database. Dalam suatu kasus ketika mengakses sebuah tabel biasanya DBMS akan  membaca seluruh tabel baris perbaris hingga selesai. Ketika baris sangat banyak dan hasil dari query hanya sedikit, maka hal ini sangat tidak efisien. Seperti halnya ketika kita membaca sebuah buku dan ingin mencari kata atau istilah tertentu dalam buku maka biasanya akan di cari dengan membuka setiap halaman dari awal sampai akhir. Dengan adanya indeks buku maka kita cukup dengan membuka indeks, sehingga akan cepat dalam pencarian kata tersebut.  PostgreSQL tidak bisa membuat indeks dengan  otomatis, sehingga  user dapat membuat indeks tersebut untuk sering  kali digunakan kolom,  biasanya dalam clause WHERE.
     indeks sebaiknya jangan digunakan pada tabel atau kolom yang sangat jarang atau tidak pernah  diakses. Selain  untuk perintah SELECT Indeks juga bermanfaat untuk UPDATE dan DELETE yang menggunakan kondisi pencarian. Sedangkan Unique index mirip dengan indeks tetapi lebih digunakan untuk mencegah duplikasi nilai yang terdapat dalam tabel. Jadi dengan adanya  unique index berarti pembaca tidak dapat meng-insert nilai yang sama dalam sebuah tabel. Berikut struktur SQL nya : 

4. Kolom UNIK
      Unique berfungsi untuk menjaga agar tidak terjadinya duplikasi nilai (kesamaan data) dalam sebuah kolom, hal  ini dapat ditangani dengan membuat sebuah indeks  unik atau fungsi unik sendiri pada kolom yang dimaksud. Unique ini sering digunakan dalam pembuatan  bukan primary key namun membutuhkan cek dupikasi agar tidak ada yang sama, karena dalam primary key sudah otomatis mempunyai sifat unik.

5. Check
      Check berfungsi untuk melakukan pembatasan nilai masukan dalam sebuah kolom, sebagai  contoh misalkan kita ingin agar kolom  gender  yang terdiri dari satu karakter hanya memiliki dua pilihan karakter yaitu M  (male) atau F  (Fimale) ini dapat kita seting dengan menggunakan CHECK. Dengan menggunakan CHECK maka sebuah kolom hanya bisa diisi dengan data  yang memenuhi kriteria dalam CHECK.

6. Penggunaan TRIM
      Suatu ketika pasti akan memiliki data yang di dalamnya terdapat spasi kosong yang tidak diperlukan, misalnya spasi ganda. Jika ada masalah seperti ini, kita dapat membersihkan  spasi-spasi kosong yang tidak diperlukan menggunakan fungsi TRIM, RTRIM, dan LTRIM. Ketiga fungsi ini memiliki bentuk penggunaan sebagai berikut :
  • RTRIM : digunakan untuk membersihkan spasi kosong yang ada di bagian kanan (Right) String.
  • LTRIM : digunakan untuk membersihkan spasi kosong yang ada di bagian kiri (Left) String.
  • TRIM : digunakan untuk membersihkan spasi kosong yang ada di bagian kiri, kanan, maupun tengah String  
       Dalam penggunaannya, fungsi TRIM memiliki tiga opsi. Ketiga opsi ini dapat digunakan untuk menentukan karakter apa yang akan dihapus dari suatu String. Jadi, fungsi TRIM juga dapat menghilangkan karakter tertentu (bukan spasi kosong saja) dari suatu string. Opsinya sebagai berikut :
  • LEADING  : merupakan opsi untuk menghilangkan  karakter terpilih yang ada disebelah kiri. Parameter Leading diartikan sebagai sufik dari karakter yang ada. 
  • TRAILING  : merupakan opsi untuk menghilangkan karakter terpilih yang ada disebelah kanan String. Parameter Trailing diartikan sebagai sufik dari  karakter yang ada.
  • BOTH : merupakan opsi yang dapat menangani parameter Leading maupun Trailing. 

 

B. Hasil Praktikum

Tugas praktikum kali ini masih menggunakan tabel pada praktikum sebelumnya :
  1. Tampilkan nama fakultas dan jumlah mahasiswa yang mampunyai ketentuan  nama fakultas yang dimunculkan dengan jumlah mahasiswanya terkecil!
  2. Tampilkan nama mahasiswa, nama fakultas, alamat dengan syarat nama fakultas sama dengan edi dan alamatnya tidak sama dengan luki!
  3. Buatlah index di tabel mahasiswa(alamat). Kemudian buat  lagi index yang bersifat unik pada  tabel  fakultas(fak_nama)  kemudian amati perbedaannya  ketika memasukkan data yang sama!
  4. Buat  kolom nama di mahasiswa menjadi unik dan inputkan 2 data yang sama. Kemudian amati perbedaannya !
  5. Pindahkan data dari tabel mahasiswa, fakultas ambil kolom nim, nama mahasiswa, alamat, nama fakultas ke tabel baru yang dinamai "tabel identitas‟. 
  6. Buatlah contoh penggunaan check pada sub bab pembahasan CHECK. Kemudian masukkan beberapa data baik yang sesuai dengan criteria check maupun yang bukan dan  amati perbedaannya.
  7. Inputkan data di  tabel mahasiswa dimana pada kolom nama sebelum inputkan karakter dahulukan dengan spasi dan di  akhiri dengan tanda “+”  seperti berikut : “   andi cahyono++++”. kemudian munculkan seluruh data dan hilangkan spasi didepan!
  8. Munculkan data mahasiswa dengan hilangkan karakter “+” di akhir data dan karakter “a” di awal kata pada kolom nama!  
Menggunakan PostgreSQL

1.  Tampilkan nama fakultas dan jumlah mahasiswa yang mempunyai ketentuan nama fakultas yang dimunculkan dengan jumlah mahasiswanya terkecil dengan menggunakan perintah
SELECT nama_fak, COUNT(*) as jumlah_mahasiswa FROM mahasiswa, fakultas WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak GROUP BY nama_fak ORDER BY 2 ASC LIMIT 1;


2. Kemudian tampilkan nama mahasiswa, nama fakultas, alamat dengan ketentuan nama fakultas sama dengan edi dan alamatnya tidak sama dengan luki menggunakan perintah
SELECT nama_mah, nama_fak, alamat FROM mahasiswa, fakultas WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak and nama_fak IN (SELECT nama_fak FROM fakulta, mahasiswa WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak AND nama_mah=’edi’) AND alamat <> (SELECT alamat FROM mahasiswa WHERE nama_mah=’luki’);


3. Selanjutnya membuat index di tabel mahasiswa dalam kolom alamat menggunakan perintah
CREATE INDEX alamat_mah ON mahasiswa (alamat);
 

dan membuat index lagi yang bersifat unik pada tabel fakultas dalam kolom fak_nama. Kemudian coba dengan memasukkan data yang sama menggunakan perintah 
CREATE UNIQUE INDEX fak_nama ON fakultas(nama_fak);


4. Lalu buat kolom nama pada tabel mahasiswa menjadi unik  menggunakan perintah
ALTER TABLE MAHASISWA ADD UNIQUE (nama_mah);
dan coba dengan  menginputkan 2 data yang sama menggunakan perintah
 INSERT INTO mahasiswa VALUES(20,'evi','malang','034180801',5,'L');


5. Selanjutnya pindahkan data dari tabel mahasiswa, fakultas dengan mengambil kolom nim, nama mahasiswa, alamat, dan nama fakultas ke tabel baru dengan nama "identitas" menggunakan perintah seperti di bawah (sebelumnya membuat tabel baru)
SELECT nim_mah, nama_mah, alamat_mah, nama_fak INTO identitas FROM mahasiswa, fakultas WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak;


6. Kemudian membuat contoh pembuatan check dengan langsung menambahkan pada tabel yang ada menggunakan perintah
ALTER TABLE mahasiswa ADD CHECK (gender_mah IN (‘L’,’P’));

 Lalu masukkan data mahasiswa yang gendernya sesuai dan tidak sesuai syarat menggunakan perintah 
INSERT INTO mahasiswa VALUES(20,'naura','034190887','tangerang',4,'c');
 

7. Selanjutnya masukan data di tabel mahasiswa dimana sebelum karakter didahulukan spasi dan diakhiri dengan tanda ‘+’ menggunakan perintah 
INSERT INTO mahasiswa VALUES(20,'  andi++++','tangerang','034190886',4,'L');
 
Lalu munculkan seluruh data dan hilangkan spasi di depan menggunakan perintah
  SELECT TRIM (LEADING ‘ ‘ from nama_mah) FROM mahasiswa;


8. Kemudian munculkan seluruh data mahasiswa dengan menghilangkan karakter di akhir data dan karakter ‘a’ di awal pada kolom nama menggunakan perintah
SELECT TRIM(BOTH ‘a,+’ from nama_mah) FROM mahasiswa;


 
Menggunakan MySQL
 
1.  Tampilkan nama fakultas dan jumlah mahasiswa yang mempunyai ketentuan nama fakultas yang dimunculkan dengan jumlah mahasiswanya terkecil dengan menggunakan perintah
SELECT nama_fak, COUNT(*) as jumlah_mahasiswa FROM mahasiswa, fakultas WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak GROUP BY nama_fak ORDER BY 2 ASC LIMIT 1;


2. Kemudian tampilkan nama mahasiswa, nama fakultas, alamat dengan ketentuan nama fakultas sama dengan edi dan alamatnya tidak sama dengan luki menggunakan perintah
SELECT nama_mah, nama_fak, alamat FROM mahasiswa, fakultas WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak and nama_fak IN (SELECT nama_fak FROM fakulta, mahasiswa WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak AND nama_mah=’edi’) AND alamat <> (SELECT alamat FROM mahasiswa WHERE nama_mah=’luki’);
 

3. Selanjutnya membuat index di tabel mahasiswa dalam kolom alamat menggunakan perintah
CREATE INDEX alamat_mah ON mahasiswa (alamat); 


  
dan membuat index lagi yang bersifat unik pada tabel fakultas dalam kolom fak_nama. Kemudian coba dengan memasukkan data yang sama menggunakan perintah 
CREATE UNIQUE INDEX fak_nama ON fakultas(nama_fak);
 


4. Lalu buat kolom nama pada tabel mahasiswa menjadi unik  menggunakan perintah
ALTER TABLE MAHASISWA ADD UNIQUE (nama_mah);
dan coba dengan  menginputkan 2 data yang sama menggunakan perintah
 INSERT INTO mahasiswa VALUES(19,'afrida','bogor','034190888',3,'P');

5. Selanjutnya pindahkan data dari tabel mahasiswa, fakultas dengan mengambil kolom nim, nama mahasiswa, alamat, dan nama fakultas ke tabel baru dengan nama "identitas" menggunakan perintah seperti di bawah (sebelumnya membuat tabel baru)
CREATE TABLE identitas (nim_mah INTEGER NOT NULL, nama_mah VARCHAR(27), alamat_mah VARCHAR(27), nama_fak VARCHAR(27));
 
lalu cara memindahkan data menggunakan perintah
INSERT INTO identitas SELECT nim_mah, nama_mah, alamat, nama_fak FROM mahasiswa, fakultas WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak;
 

6. Kemudian membuat contoh pembuatan check dengan langsung menambahkan pada tabel yang ada menggunakan perintah
ALTER TABLE mahasiswa ADD CHECK (gender in (‘L’,’P’));

 Lalu masukkan data mahasiswa yang gendernya sesuai dan tidak sesuai syarat menggunakan perintah 
INSERT INTO mahasiswa VALUES(20,'nur','pandaan','034190887',4,'c'); 
 

7. Selanjutnya masukan data di tabel mahasiswa dimana sebelum karakter didahulukan spasi dan diakhiri dengan tanda ‘+’ menggunakan perintah 
INSERT INTO mahasiswa VALUES(21,'  andi++++','lampung','034190886',2,'L');
 
Lalu munculkan seluruh data dan hilangkan spasi di depan menggunakan perintah
  SELECT TRIM (leading ‘ ‘ from nama_mah) FROM mahasiswa;
 
*source code berwarna kuning adalah perintah yang salah dikarenakan tulisan "leading" berhuruf kapital lalu pada perintah kedua tetap salah dikarenakan tanda buka kurung "(leading ..."  ada spasi(jarak) pada source code "TRIM".

8. Kemudian munculkan seluruh data mahasiswa dengan menghilangkan karakter di akhir data dan karakter ‘a’ di awal pada kolom nama menggunakan perintah
SELECT TRIM(trailing ‘+’ from nama_mah) FROM mahasiswa;
 SELECT TRIM(leading ‘a’ from nama_mah) FROM mahasiswa;


C. Kesimpulan, Kritik dan Saran

   Pada percobaan di atas ada sedikit perbedaan antara keduanya, yaitu pada MySQL penggunaan perintah query LEADING,TRAILING tidak bisa menggunkan huruf kapital dan tidak boleh ada spasi antara TRIM dan buka kurung "(...". Sedangkan pada PostgreSQL peritah query LEADING,TRAILING dan BOTH bisa menggunakan huruf kapital dan adanya spasi antara TRIM dan buka kurung "(...".
    Disini ketelitian sangat di perlukan bila tidak teliti maka hasilnya akan terus error meskipun kurang koma saja. Jadi harus sering berlatih, berlaih dan berlatih! Dan semoga adanya tugas laporan ini bisa membawa manfaat bagi pembaca dan saya sendiri  :)

D. Referensi   


Mustafa, Aziz.2014.Modul Praktikum Desain Basis Data.pdf
http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/371/jbptunikompp-gdl-galihherma-18526-15-10.sub-%29.pdf  

Rabu, 05 November 2014

Laporan Praktikum Desain Basis Data 6 : Normalisasi Database

A. Landasan Teori
       Normalisasi merupakan suatu proses untuk mengubah suatu tabel yang memiliki masalah tertentu ke dalam dua buah tabel atau lebih yang tidak lagi memiliki masalah tersebut (Abdul Kadir, 2008). Ada juga yang berpendapat normalisasi adalah proses penyusunan tabel  –  tabel yang tidak redundan (dobel), yang dapat menyebabkan anomali yaitu proses basis data yang memberikan efek samping yang tidak diharapkan  (Misalnya menyebabkan data tidak konsisten  atau membuat data hilang ketika data yang lain dihapus).
        Normalisasi digunakan sebagai teknik analisis data pada database, sehingga dapat diketahui apakah pembuatan tabel – tabel yang terelasi dalam database itu sudah baik. Kondisi sudah baik yaitu suatu kondisi pada saat proses insert, update, delete dan modifikasi pada satu atau beberapa atribut suatu tabel tidak berpengaruh terhadap integritas data yang lain dalam satu hubungan relasi database.

Alasan mengapa perlu dilakukan normalisasi terhadap tabel :
1. Mengurangi redudansi data.
2. Membuat fields yang bukan key bergantung fungsi sepenuhnya pada primary keynya.
3.Agar kesulitan dalam penambahan, pengupdate-an, penghapusah data tidak sulit dilakukan.

Tujuan Normalisasi :
1. Agar kerelasian dalam basis data menjadi mudah dimengerti.
2. Normalisasi mengharuskan relasi pada suatu basis data dalam bentuik normal.
3. Bentuk normal sendiri merupakan seperangkat aturan yang dikenakan dan harus dipenuhi oleh relasi basis data pada setiap level normalisasi.

Langkah – langkah Normalisasi :
1.  Unnormalization Form
Bentuk yang tidak normal dimaksudkan suatu kumpulan data yang akan diolah yang diperoleh dari format –  format yang beraneka ragam, masih terdapat duplikasi, bisa saja tidak sempurna atau tidak lengkap, dan sesuai  fakta lapangan. Bentuk ini didapat dari dokumen yang ada dilapangan atau manual dengan atribut bukan nilai sederhana. 

2.  First Normal Form (1NF)  
Suatu tabel dianggap normal ke satu (1NF) jika :
  • Tidak terdapat baris yang bernilai ganda atau duplikat.
  • Masing -  masing baris bernilai tunggal dan tidak bernilai null.
Langkah – langkah :
-  Isikan setiap data bernilai tunggal dan tidak null
-  Membuang perulangan data dalam satu baris dengan baris yang lain.
 
3.  Second Normal Form (2NF)
Bentuk normal kedua (2NF) terpenuhi jika : 
  • Harus telah berbentuk normal pertama (1NF).
  • pada sebuah tabel semua atribut yang tidak termasuk dalam primary key
memiliki ketergantungan fungsional pada primary key secara utuh.  Suatu atribut dikatakan ketergantungan fungsional jika harga pada atribut tersebut menentukan harga dari atribut yang lain. Misalnya, nim → mhs_nama. Langkah – langkah :
-  Jika terdapat atribut yang bergantung terhadap atribut bukan kunci utama dan
merupakan atribut kunci maka pecah menjadi table baru.

4.  Third Normal Form (3NF) 
Bentuk normal ketiga (3NF) terpenuhi jika :
  • Harus telah berbentuk normal kedua (2NF).
  • Tidak terdapat  anomali  –  anomali hasil dari ketergantungan  transitif.
ketergantungan transitif adalah ketergantungan fungsional antara 2 atau lebih atribut bukan kunci. Langkah – langkah :
-  Pastikan semua atribut non kunci bergantung penuh terhadap atribut kunci.
-  Pisahkan menjadi tabel baru jika menemukan ketergantungan transitif dalam
tabel tersebut.

5.  Boyce Codd Normal Form (BCNF)
Secara praktis tujuan analisis database cukup sampai pada 3NF, Akan tetapi dalam suatu kasus tertentu lebih baik bila dapat mencapat BCNF.  Beberapa pemikir menyamakan antara 3NF dengan BCNF. Bentuk normal BCNF terpenuhi jika :
  • Masing-masing atribut utama bergantung fungsional penuh pada masing kunci
  • dimana kunci tersebut bukan bagiannya.
  • Setiap determinan atribut-atribut relasi adalah kunci relasi  atau kandidat kunci.
  • BCNF dapat memiliki lebih dari satu kunci.
  • BCNF hampir sama dengan 3NF.
Langkah – langkah :
-  Hilangkan dependensi pada bukan kunci kandidat.
 
6.  Fourth Normal Form (4NF)
Dilakukan jika terdapat anomali pada (3NF)

7.  Fifth Normal Form (5NF)
Langkah ini untuk memecah relasi menjadi dua sehingga relasi tersebut tidak digabungkan kembali manjadi satu dan jika terdapat anomali pada (5NF)


B. Hasil Praktikum 
 Gambar dibawah adalah soal nota pembelanjaan yang akan di normalisasikan



Tahap UNF (Unnormalization Form)
        Merupakan bentuk yang masih sederhana seperti pada tabel dibawah terlihat masih banyak fields yang kosong yang memungkinkan terjadinya redudans



Tahap 1NF 
         Suatu relasi disebut 1NF jika dan hanya jika semua attribute value-nya simple/atomic (tidak boleh ada attribute yang composit & multivalue). Maka pada tahap normalisasi pertama ini,kita harus membuat nilai kolomnya atomic dan ditentukan kuncinya.


 Tahap 2NF
    Pembentukan bentuk normal kedua ini dilakukan dengan mencari kunci-kunci kolom yang dapat dipakai sebagai patokan dalam pencarian dan sifatnya unik. Jadi pada atribut bukan kunci hanya boleh tergantung pada atribut kunci (functional dependency), kemudian menghilangkan ketergantungan parsial pada tabel dengan membuat tabel yang baru.


  
Tahap 3NF
     Pada tahap normalisasi ke tiga, setiap atribut yang bukan kunci harus bergantung hanya pada atribut kunci (primary key) secara menyeluruh.Lalu menghilangkan anomali–anomali yang masih mempunyai ketergantungan fungsional.





C. Kesimpulan, Saran dan Manfaat 

      Pada sesi laporan praktikum keenam ini tidak lagi menggunakan query seperti laporan-laporan sebelumnya, akan tetapi menggunakan microsoft excel yang sudah familiar bagi pembaca pastinya. Jadi saya tidak perlu menjelaskan cara mulai dari awal karena itu sudah lumrah bukan :) Nah, pada tahap normalisasi ini ada banyak tahapan yang harus dilakukan berturut-turut agar tidak terjadi kerancuan dalam membuat database. Secara teori ada 6 tahapan , yakni : UNF, 1NF, 2NF, 3NF, BCNF, 4NF dan 5NF. Pada umunya hanya cukup sampai 3NF saja. Akan tetapi beda permasalahan lagi ketika masih ada anomali-anomali yang terdapat pada tabel, maka tahap normalisasi dilakukan sampai tahapan kelima.
       Sarannya mungkin sama saja dari praktikum pertama sampai sekarang, terus MENCOBA,MENCOBA dan MENCOBA ya para pembaca. Akhir kata semoga bermanfaat untuk semua para pembaca dan saya sendiri tentunya, dan TERIMA KASIH telah berkunjung :)

E. Referensi



Mustafa,Aziz. Modul Praktikum Desain Basis Data 2014.pdf
https://qorridwiistajib.files.wordpress.com/2013/06/qorri-dwi-istajib_12040014_2a_sbd. pdf

Selasa, 21 Oktober 2014

Laporan Praktikum Desain Basis Data 5 : Agregasi SQL dan View

A. LANDASAN TEORI

  1. Agregate Operator
Fungsi aggregate atau disebut fungsi ringkasan digunakan untuk melakukan penghitungan menjadi  sebuah nilai dari beberapa nilai input.  Aggregate  dapat digabungkan dengan sebuah parameter seperti WHERE untuk  menghasilkan suatu hasil yang lebih kompleks lagi.  Adapun fungsi  agregate  yang  disediakan oleh PostgreSQL dapat dilihat pada tabel berikut : 

  2. Group By
Group By merupakan fungsi yang digunakan untuk melakukan pengelompokan dari perintah  SELECT. Group by seringkali diperlukan untuk menjalankan  agregate menjadi sebuah  kelompok  dari hasil Query.
  3. Having
Pemakaian HAVING terkait dengan GROUP BY, kegunaanya adalah untuk menentukan  kondisi bagi GROUP BY, dimana kelompok yang memenuhi  kondisi saja yang akan di hasilkan. 
   4. Case
Meskipun SQL bukan merupakan sebuah prosedur bahasa perograman, namun dalam prosesnya dapat dengan bebas mengontrol data yang kembali dari query. Kata WHERE menggunakan  perbandingan untuk mengontrol pemilihan data, sedangkan CASE perbandingan dalam bentuk output kolom. Jadi intinya penggunaan CASE akan membentuk output tersendiri berupa sebuah kolom baru dengan data dari operasi yang di dalamnya.
   5. View
Views dapat juga disebut tabel bayangan tetapi bukan temporary table, bukan juga merupakan sebuah tabel yang asli.  Suatu view adalah suatu  relasi virtual  yang tidak perlu ada  database tetapi dapat diproduksi atas permintaan oleh pemakai tertentu, pada ketika permintaan.  Satu lagi kelebihan yang dimiliki oleh view yaitu dapat menyimpan perintah query, dan dapat mewakili sebuah subset dari tabel asli dan memilih kolom atau row tertentu dari tabel biasa.

B. HASIL PRAKTIKUM

         Soal Praktikum Ke 5 :
1.  Dari tabel mahasiswa yang telah dibuat  tambahkan 3 data lagi  ,  tambahkan kolom gender kemudian update datanya  dan  tampilkan banyaknya data mahasiswa yang telah di inputkan. Kemudian cari nim atau id mahasiswa yang paling kecil, paling besar dan rata-ratanya.
2.  Tampilkan rata-rata id atau nim mahasiswa yang data nimnya lebih dari 12.
3.  Tampilkan jumlah mahasiswa berdasarkan fakultas. Sehingga hasilnya seperti berikut: 


4.  Tampilkan  seperti nomor 3 dengan persyaratan jumlah mahasiswa yang lebih dari sama dengan 2 saja yang ditampilkan.
5.  Tampilkan data mahasiswa dengan persyaratan, jika jenis kelaminnya “L” maka tertulis laki-laki dan bila “P” maka tertulis perempuan.
6.  Buatlah view untuk query  penampilan data mahasiswa, fakultas. Ambil berdasarkan nim, nama mahasiswa, nama fakultas.

1. Menggunakan PostgreSQL

 Tambahkan tiga data mahasiswa menggunakan perintah seperti yang pernah diulas pada praktikum sebelumnya, lalu tampilkan isi tabelnya menggunakan perintah query
SELECT * FROM mahasiswa;

Kemudian cari nim mahasiswa paling besar, paling kecil dan rata-rata dengan menggunakan perintah query 
SELECT MAX (nim_mah) FROM mahasiswa;
SELECT MIN (nim_mah) FROM mahasiswa;
SELECT AVG (nim_mah) FROM mahasiswa;

Lalu tampilkan rata-rata nim mahasiswa yang nimnya lebih dari 12 dengan perintah query
SELECT AVG (nim_mah) FROM mahasiswa WHERE nim_mah > 12;

 
Selanjutnya tampilkan jumlah mahasiswa berdasarkan fakultas menggunakan perintah query
SELECT nama_fak, COUNT(*) FROM mahasiswa, fakultas WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak GROUP BY nama_fak;


Lalu tampilkan perintah seperti di atas, tetapi hanya yang berjumlah lebih dari 2 mahasiswa dengan perintah query
SELECT nama_fak, COUNT(*) FROM mahasiswa, fakultas  WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak GROUP BY nama_fak HAVING COUNT (*) >2;


Kemudian tampilkan data mahasiswa, dengan syarat jika jenis kelaminnya “L” maka laki-laki, jika “P” maka perempuan dengan perintah query
SELECT nim_mah, nama_mah, gender_mah, CASE WHEN gender_mah=’L’ THEN ‘Laki-laki’ ELSE ‘Perempuan’ END AS jenis_kelamin FROM mahasiswa,fakultas WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak;

 *di atas saya menambahkan alamat_fak untuk kelengkapan saja

Sekarang buat tabel VIEW untuk penampilkan tabel mahasiswa dan fakultas berdasarkan nim_mah dan nama_fak menggunakan perintah query
CREATE VIEW informasi_mah AS SELECT nim_mah, nama_mah, nama_fak FROM mahasiswa, fakultas WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak;

Selanjutnya tampilkan view yang terlah dibuat  dengan perintah query
SELECT * FROM informasi_mah;

2. Menggunakan My SQL (Command Prompt)

Tambahkan tiga data mahasiswa menggunakan perintah seperti yang pernah diulas pada praktikum sebelumnya, lalu tampilkan isi tabelnya menggunakan perintah query
SELECT * FROM mahasiswa;
  
Kemudian cari nim mahasiswa paling besar, paling kecil dan rata-rata dengan menggunakan perintah query 
SELECT MAX (nim_mah) FROM mahasiswa;
SELECT MIN (nim_mah) FROM mahasiswa;
SELECT AVG (nim_mah) FROM mahasiswa;

Lalu tampilkan rata-rata nim mahasiswa yang nimnya lebih dari 12 dengan perintah query
SELECT AVG (nim_mah) FROM mahasiswa WHERE nim_mah > 12;

Selanjutnya tampilkan jumlah mahasiswa berdasarkan fakultas menggunakan perintah query
SELECT nama_fak, COUNT(*) FROM mahasiswa, fakultas WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak GROUP BY nama_fak;

Lalu tampilkan perintah seperti di atas, tetapi hanya yang berjumlah lebih dari 2 mahasiswa dengan perintah query
SELECT nama_fak, COUNT(*) FROM mahasiswa, fakultas  WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak GROUP BY nama_fak HAVING COUNT (*) >2;

Kemudian tampilkan data mahasiswa, dengan syarat jika jenis kelaminnya “L” maka laki-laki, jika “P” maka perempuan dengan perintah query
SELECT nim_mah, nama_mah, CASE WHEN gender_mah=’L’ THEN ‘Laki-laki’ ELSE ‘Perempuan’ END AS jenis_kelamin FROM mahasiswa,fakultas WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak;

Sekarang buat tabel VIEW untuk penampilkan tabel mahasiswa dan fakultas berdasarkan nim_mah dan nama_fak menggunakan perintah query
CREATE VIEW info_mah AS SELECT nim_mah, nama_mah, nama_fak FROM mahasiswa, fakultas WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak;

Selanjutnya tampilkan view yang telah dibuat  dengan perintah query
SELECT * FROM info_mah ORDER BY nim_mah ASC;
* "ORDER BY nim_mah ASC" perintah tersebut untuk menampilkan secara urut dari kecil ke besar

C. PERBANDINGAN PostgreSQL dan MySQL

    Dari praktik diatas disimpulkan bahwa perbedaan antara keduanya hanya sedikit, yakni terletak pada perintah query COUNT,AVG,MAX dan MIN. Pada postgreSQL perintah COUNT,AVG,MAX dan MIN tidak harus di gandengankan dengan tanda (*) ataupun (namakolom), akan tetapi jika pada MySQL harus digandengankan , Contohnya SELECT MAX(nim_mah) FROM mahasiswa; dan  pada perintah SELECT nama_fak, COUNT(*) FROM mahasiswa, fakultas WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak GROUP BY nama_fak;. jika tidak digandengkan maka akan error.

D. KESIMPULAN, MANFAAT dan SARAN

   Kesimpulan dari hasil praktikum yakni kita harus lebih jeli dan hati-hati ketika mengerjakan dan mencoba karna pada DBMS MySQL perintah yang diketik sangat sensitive dan itu berbeda pada PostgreSQL yang tidak berpengaruh ketika kita mengetik dengan huruf besar ke kecil ataupun sebaliknya.
     Sarannya mungkin sama saja dari percobaan praktikum pertama sampai kelima ini. Kita harus sering-sering mencoba,mencoba dan mencoba karena segala sesuatu akan mudah ketika kita terbiasa dengan sesuatu yang kita lakukan secara berulang dan teratur.
      Akhir kata, semoga laporan praktikum kelima tentang agregasi SQL dan view ini bermanfaat untuk para pembaca yang selalu ingin mencoba hal baru dan sedang belajar tentang database seperti saya :) Semoga bermanfaat dan terus mencoba. 

E. REFERENSI

Mustafa, Aziz .2014. Modul Praktikum DBD.pdf