Selasa, 07 Oktober 2014

Laporan Praktikum Desain Basis Data 3 : Perintah Dasar SQL




A. LANDASAN TEORI


  Pada laporan praktikum sebelumnya telah sedikit dibahas tentang macam-macam perintah dalam SQL, yaitu: DDL,DML,DCL. Namun pada laporan praktikum ketiga ini saya akan membahas tentang cara memanipulasi data pada tabel dengan perintah SQL yang berhubungan dengan struktur database yaitu menggunakan DML.

DML (Data Manipulation Language)
  Merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan manipulasi atau pengolahan data atau record dalam table. Perintah SQL yang termasuk dalam DML antara lain :

1. SELECT 
   digunakan untuk memfilter atribut-atribut dari relasi (tabel) berdasarkan kondisi yang mengikutinya.
 
- Operator Relasi
beberapa operator relasi yang di gunakan pada saat akan dibutuhkankan suatu kriteria tertentu untuk menampilkan data adalah :



Sedangkan operator logika yang sering di gunakan adalah AND,OR dan NOT.

- Pengurutan
untuk menampilkan suatu hasil query dengan urutan tertentu dapat dilakukan dengan tambahan perintah ORDER BY

-Field Function
dalam SQL ada beberapa fungsi yang bisa langsung digunakan dalam perintah SELECT yaitu:

         SUM     : untuk menjumlahkan

         COUNT : untuk mencacah
         MIN     : untuk menentukan nilai terkecil
         MAX     : untuk menentukan nilai terbesar
         AVG     : untuk menentukan nilai rata-rata

2. INSERT 
digunakan untuk menambahkan data baru

3. UPDATE
digunakan untuk merubah data yang sudah ada
4. DELETE
digunakan untuk menghapus data


B. HASIL PRAKTIKUM
   Di bawah ini adalah soal praktikum yang akan di jelaskan pada laporan praktikum ketiga ini



1.  Gunakan tabel mahasiswa,  tambahkan kolom yang diperlukan  kemudian masukkan 3 data  mahasiswa sebagai berikut :
  Nim : 12
  Nama : edi
  Alamat : malang
  No.telp : 0856453428
  Fakultas : SAINTEK

  Nim : 13
  Nama : sinta
  Alamat : jogja
  No.telp : 0813347565675
  Fakultas : SAINTEK

  Nim : 14
  Nama : luki
  Alamat : ponorogo
  No.telp : 082576568798
  Fakultas : PSIKOLOGI

2.  Tampilkan data mahasiswa berupa nim dan nama.
3.  Tampilkan data mahasiswa berdasarkan nim salah satu mahasiswa. Sehingga yang muncul hanya salah satu data mahasiswa.
4.  Tampilkan data mahasiswa dan fakultas. Ambil berdasarkan nim, nama mahasiswa, nama fakultas.
5.  Hapus data mahasiswa yang memiliki nim : 13
6.  Ubah data berupa alamat : solo dan no.telp : 0857688788 yang memiliki nim 12
7.  Tampilkan data mahasiswa dan urutkan dari besar ke kecil berdasarkan nim mahasiswa. Kemudian tampilkan data fakultas urutkan secara ascending berdasarkan kolom ke-2.
8.  Tampilkan seluruh data mahasiswa beserta seluruh data fakultasnya.
9.  Tampilkan seluruh mahasiswa yang berada di fakultas “SAINTEK”.
10. Tampilkan seluruh mahasiswa yang tidak berada di fakultas “SAINTEK”.
11. Hapus data fakultas “SAINTEK”. 


1. Menggunakan PostgreSQL
 
 Buka SQL Shell, masuklah menggunakan akun dan database yang pembaca inginkan. di sini saya menggunakan database yang saya pernah buat pada praktikum pertama "putri13650126". Lalu membuat tabel fakultas dengan perintah query
    CREATE TABLE fakultas (id_fak INTEGER NOT NULL, nama_fak VARCHAR(30), PRIMARY KEY(id_fak));


Setelah berhasil membuat tabel fakultas maka langkah selanjutnya adalah mengisi fields pada tabel menggunakan perintah query
INSERT INTO fakultas VALUES (data_id_fak, ‘data_nama_fak’);

Cara mengecek apakah telah terisi fieldsnya dengan perintah query
SELECT * FROM fakultas;


Setelah membuat tabel fakultas dilanjutkan dengan membuat tabel mahasiswa yang akan dihubungkan dengan tabel fakultas. Perintah querynya sama dengan saat menggunakan tabel fakultas
CREATE TABLE mahasiswa (nim_mah INTEGER NOT NULL, nama_mah VARCHAR(27), alamat_mah VARCHAR(27), no_telpon VARCHAR(27), id_fak INTEGER NOT NULL REFERENCES fakultas, PRIMARY KEY(nim_mah, id_fak));


*Disini saya membuat tabel fakultas terlebih dahulu karena tabel fakultas adalah tabel yang akan menjadi referensi dari tabel yang lain, yaitu tabel mahasiswa. untuk tabel mahasiswa, dibuat setelah membuat tabel fakultas karena di dalam tabel mahasiswa terdapat foreign key dari tabel fakultas yaitu id_fak. 

Lanjut dengan mengisi fields pada tabel mahasiswa menggunakan perintah query
INSERT INTO mahasiswa VALUES (data_nim_mah, ‘data_nama_mah’, ‘data_alamat_mah’, ‘data_no_telpon’, data_id_fak);


 
Cara mengecek apakah telah terisi fieldsnya dengan perintah query
SELECT * FROM mahasiswa;



Kemudian menampilkan data mahasiswa berupa nim dan nama menggunakan perintah query
SELECT nim_mah, nama_mah FROM mahasiswa;


Lalu tampilkan data mahasiswa dengan memunculkannya sesuai nim mahasiswa menggunakan perintah query
SELECT * FROM mahasiswa WHERE nim_mah=12;



Selanjutnya memanggil data dari nim, nama, dan nama fakultas dari tabel mahasiswa dan fakultas menggunakan perintah query 
SELECT nim_mah, nama_mah, nama_fak FROM mahasiswa, fakultas WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak;



Perintah selanjutnya menghapus data dari tabel mahasiswa yang mempunyai nim 13 menggunakan perintah query
DELETE FROM mahasiswa WHERE nim_mah=13;


Langkah selanjutnya, update data yang sudah ada sebelumnya dengan menggunakan perintah query
UPDATE mahasiswa SET nama_kolom=’data_isi’ WHERE kondisi;


*Query yang berwarna kuning adalah query yang salah karena kesalahan penulisan


Lalu tampilkan data dari tabel mahasiswa dengan mengurutkan dari besar ke kecil sesusai dengan data nim mahasiswa menggunakan perintah query  
SELECT * FROM mahasiswa ORDER by nim_mah DESC;


Kemudian menampilkan data dari tabel fakultas dengan ketentuan 2 kolom saja dan paling kiri adalah nama_fak dengan urutannya dari kecil ke besar atau Ascending.
SELECT nama_fak, id_fak FROM fakultas ORDER by 2 ASC;


Selanjutnya menampilkan data mahasiswa dan fakultas dari fakultas SAINTEK saja menggunakan perintah query
SELECT * FROM mahasiswa, fakultas WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak AND nama_fak=’SAINTEK’;

Lalu tampilkan data mahasiswa dan fakultas dari selain fakultas SAINTEK, perintahnya sama namun hanya menambahkan tanda seru "!" setelah nama_fak dengan menggunakan perintah query
SELECT * FROM mahasiswa, fakultas WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak AND nama_fak!=’SAINTEK’;
 

Kemudian menghapus data dari tabel mahasiswa menggunakan perintah query
DELETE FROM mahasiswa WHERE id_fak=1;

Setelah menghapus data dari tabel mahasiswa, hapuslah data dari tabel fakultas menggunakan perintah query
DELETE FROM fakultas WHERE id_fak=1;

Cek pada tabel mahasiswa apakah sudah terhapus menggunakan perintah query
SELECT * FROM mahasiswa; 

*Menghapus data yang berhubungan dengan SAINTEK harus di awali dengan menghapus tabel mahasiswa dahulu kemudian tabel fakultas karena data fakultas menjadi referensi dari tabel mahasiswa.

2. Menggunakan MySQL 
Buka Command Promt yang sebelumnya telah terkoneksi dengan MySQL seperti yang pernah saya jelaskan pada laporan praktikum pertama, kemudian koneksikan dengan database yang akan pembaca gunakan menggunakan perintah query
USE namadatabase; 


Kemudian membuat tabel menggunakan perintah query 
CREATE TABLE fakultas (id_fak INTEGER NOT NULL, nama_fak VARCHAR(27), PRIMARY KEY(id_fak));

Lalu masukkan data ke dalam tabel fakultas menggunakan perintah query
INSERT INTO fakultas VALUES (data_id_fak, ‘data_nama_fak’);


Tampilkan data yang ada di tabel fakultas untuk memastikan bahwa data sudah masuk  menggunakan perintah query
SELECT * FROM fakultas;

Selanjutnya membuat tabel mahasiswa yang akan dihubungkan dengan tabel fakultas menggunakan perintah query
CREATE TABLE mahasiswa (nim_mah INTEGER NOT NULL, nama_mah VARCHAR(27), alamat_mah VARCHAR(27), no_telpon VARCHAR(27), id_fak INTEGER NOT NULL REFERENCES fakultas, PRIMARY KEY(nim_mah, id_fak));


Setelah berhasil membuat tabel, lanjutkan dengan memasukan data pada fieldsnya menggunakan perintah query
INSERT INTO mahasiswa VALUES (data_nim_mah, ‘data_nama_mah’, ‘data_alamat’, ‘data_no_telpon’, data_id_fak);
 

Coba tampilkan isi tabelnya dengan  menggunakan perintah query
SELECT * FROM mahasiswa;


Lanjutkan dengan menampilkan nim dan nama mahasiswa dari tabel mahasiswa menggunakan perintah query
SELECT nim_mah, nama_mah FROM mahasiswa;
 


Kemudian tampilkan data mahasiswa sesuai nim mahasiswa menggunkan perintah query
SELECT * FROM mahasiswa WHERE nim_mah=12;


Lalu memanggil data dari nim, nama, dan nama fakultas dari tabel mahasiswa dan fakultas menggunakan perintah query
SELECT nim_mah, nama_mah, nama_fak FROM mahasiswa, fakultas WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak; 


Menghapus data dari tabel mahasiswa yang mempunyai nim 13 dengan perintah query 
DELETE FROM mahasiswa WHERE nim_mah=13;
 

Kemudian update data yang sudah ada sebelumnya dengan menulis perintah query
UPDATE mahasiswa SET nama_kolom=’data_isi’ WHERE kondisi;


Tampilkan data dari tabel mahasiswa dengan mengurutkan dari besar ke kecil sesusai data nim mahasiswa menggunakn \an perintah query
SELECT * FROM mahasiswa ORDER by nim_mah DESC;


Kemudian menampilkan data dari tabel fakultas dengan ketentuan 2 kolom saja dan paling kiri adalah nama_fak dengan perintah query, urutannya dari kecil ke besar/ Ascending
SELECT nama_fak, id_fak FROM fakultas ORDER by 2 ASC;


Lalu tampilkan kedua tabel menjadi satu tampilan menggunakn perintah query
SELECT*FROM mahasiswa, fakultas WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak;


Kemudian menampilkan data mahasiswa dan fakultas dari fakultas SAINTEK saja menggunkan perintah query
SELECT*FROM mahasiswa, fakultas WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak AND nama_fak=’SAINTEK’;
 

Lalu menampilkan data mahasiswa dan fakultas dari selain fakultas SAINTEK menggunakn perintah query
 SELECT*FROM mahasiswa, fakultas WHERE mahasiswa.id_fak=fakultas.id_fak AND nama_fak!=’SAINTEK’;


Kemudian menghapus data dari tabel mahasiswa menggunakan perintah query
DELETE FROM mahasiswa WHERE id_fak=1;

Setelah menghapus data dari tabel mahasiswa, hapuslah data dari tabel fakultas menggunakan perintah query
DELETE FROM fakultas WHERE id_fak=1;


*Menghapus data yang berhubungan dengan SAINTEK harus di awali dengan menghapus tabel mahasiswa dahulu kemudian tabel fakultas karena data fakultas menjadi referensi dari tabel mahasiswa.

Cek pada tabel mahasiswa apakah sudah terhapus menggunakan perintah query
SELECT * FROM mahasiswa;


C. PERBANDINGAN PostgreSQL DAN MySQL             

   Dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara PostgreSQL dan MySQL adalah pada mengkoneksikan database, pada PostgreSQL cara mengkoneksikannya dengan menggunakan perintah query \c namaDatabase; sedangkan pada MySQL menggunakan perintah query use namaDatabase; selebihnya sama saja mulai dari membuat tabel, update tabel, delete tabel, hingga meng-insert-kan data pada tabel.

D. KRITIK , SARAN dan MANFAAT
    
Laporan praktikum diatas mungkin banyak sekali kekurangan dan kesalahan. Dari saya sendiri mungkin harus lebih banyak berlatih dan belajar tentang PostgreSQL ataupun MySQL agar lebih mahir dan faham untuk di praktekan baik di bangku perkuliahan atau didunia kerja kelak :) 


E. REFERENSI

http://www.cosmasyk.com/file/pbd/dasarSQL.pdf
http://anessinaga.staff.ipb.ac.id/?p=335
Materi Praktikum Desain Basis Data 2013.pdf

Rabu, 01 Oktober 2014

Laporan Praktikum Desain Basis Data 2 : Pembuatan & Manajemen Tabel





     Seperti kita ketahui bahwa database merupakan kumpulan dari tabel-tabel yang akan menyimpan data mentah. Telah diketahui bahwa tabel adalah komponen utama dari sebuah database. Karena itu, setiap tabel harus saling berhubungan agar akses data untuk mendapatkan informasi yang tepat dan cepat dapat dilakukan dengan baik.


Dalam Pembuatan Tabel:
  • Tabel harus memiliki primary key, artinya dalam pembuatan tabel haruslah terdapat sekelompok kolom  (field) yang menyebabkan setiap baris (record) dalam tabel  tersebut tidak sama.
  • Deklarasi primary key tidak boleh kosong (null), jadi kita harus mendeklarasikan  sebagai not null. Namun secara default PostgreSQL menganggapnya sebagai nullable (boleh kosong), jika waktu pengisian tidak menyebutkan null atau not null.
 Dalam SQL terdapat 3 perintah, yaitu: DDL, DML dan DCL

1. DDL (Data Definition Language)  
Merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan pendefinisian suatu struktur database, dalam hal ini database dan table. Beberapa perintah dasar yang termasuk DDL ini antara lain :
  • CREATE
  • ALTER
  • RENAME
  • DROP
2. (Data Manipulation Language)
Merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan manipulasi atau pengolahan data atau record dalam table. Perintah SQL yang termasuk dalam DML antara lain :
  • SELECT
  • INSERT
  • UPDATE
  • DELETE

3. DCL atau Data Control Language Merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan pengaturan hak akses user MySQL, baik terhadap server, database, tabel maupun field. Perintah SQL yang termasuk dalam DCL antara lain :
  • GRANT
  • REVOKE

Selanjutnya dibawah ini adalah hasil praktikum membuat manajemen table menggunakan PostgreSQL


Membuat table dengan nama identitasNIM beserta field nya




 dengan query seperti berikut

CREATE TABLE namatabel ( field tipe Primary Key, field tipe (jumlah ukuran), field tipe, ....);

jika sudah membuat tabel, tuliskan perintah \d untuk melihat tabel yang telah kita buat tadi

sedangkan untuk melihat tabel beserta isinya dengan menuliskan perintah \d namatabel;


Buatlah tabel kedua dengan perintah yang sama seperti query diatas


Selanjutnya, menghapus salah satu kolom di dalam tabel menggunakan perintah

ALTER TABLE namatabel DROP COLUMN namakolom;


jika ingin menambah salah satu kolom pada tabel maka menggunakan perintah 

ALTER TABLE namatabel ADD COLUMN "namakolom" TIPE; 


 jika ingin mengubah nama tabel menggunakan perintah


ALTER TABLE namatabel_lama RENAME TO namatabel_baru;


kemudian mengubah nama kolom menggunakan perintah

ALTER TABLE namatabel RENAME COLUMN "namakolom_lama" TO namakolom_baru;


kemudian memberikan primary key* pada tabel 

ALTER TABLE namatabel ADD PRIMARY KEY;

*pada gambar tertulis ERROR dikarnakan tabel pada suatu kolom sudah ada primary key, maka tidak perlu menambahkannya jika sudah ada.
dan mengubah tipe data pada salah satu kolom

ALTER TABLE namatabel ALTER COLUMN namakolom TYPE tipedata; 


 kemudian menghapus tabel menggunakan perintah


DROP TABLE namatabel;

lalu membuat temporary* tabel menggunakan perintah

CREATE TEMPORARY TABLE namatabel (field tipedata, ...);

*temporary tabel sifatnya hanya sementara artinya akan aktif hanya ketika kita sedang berada atau login ke database namun ketika kita logout dari psql database maka secara otomatis temporary tabel akan terhapus.


(di gambar baris 1) Hapus hak ases user 1 terhadap tabel identitasnim. 

REVOKE ALL ON TABLE namatabel FROM user;

(di gambar baris ke 2) Untuk memberikan kembali hak akses maka di grant kembali menggunakan perintah

 GRANT ALL ON TABLE namatabel to user;

(di gambar baris ke 3) Tutup kembali hak akses menggunakan perintah

REVOKE SELECT ON TABLE namatabel FROM user;

 

dan terakhir membuat tabel baru menggunakan perintah yang sama seperti membuat tabel diatas namun dilakukan secara pewarisan (inherits) menggunakan perintah

CREATE TEMPORARY TABLE namatabel (field tipe_data, field tipe_data ...) INHERITS (namatabel_induk); 


Setelah menggunakan PostgreSQL, Dibawah ini langkah-langkah Hasil praktikum dirumah membuat manajemen tabel menggunakan SQL

Masuk ke dalam akun super user MySQL dengan cara menggunakan perintah

 mysql -h localhost –u root
 
kemudian membuat akun menggunakan perintah 

CREATE USER ‘saya1’ @’localhost’ identified by ‘saya1’;


 membuat database menggunakan perintah

CREATE DATABASE prakdbd;


lalu koneksikan databasenya menggunakan perintah

USE prakdbd;


buat tabel menggunakan perintah 

CREATE TABLE pegawai ( id_idn INTEGER NOT NULL, namaDepan_idn VARCHAR(10), namaBelakang BARCHAR(10), tgl_lahir DATE, status_idn BOOLEAN, alamat_idn TEXT );

untuk menampilkan fields tabel menggunakan perintah

DESC pegawai; 


Selanjutnya, menghapus salah satu kolom di dalam tabel menggunakan perintah

ALTER TABLE pegawai DROP alamat_idn;


jika ingin menambah salah satu kolom pada tabel maka menggunakan perintah 

ALTER TABLE pegawai ADD pekerjaan_idn VARCHAR(15); 


jika ingin mengubah nama tabel menggunakan perintah


RENAME TABLE pegawai TO pekerjaNIM;


kemudian mengubah nama kolom menggunakan perintah

ALTER TABLE pekerjaNIM CHANGE pekerjaan_idn alamat_idn TEXT;


kemudian memberikan primary key pada tabel 

ALTER TABLE pekerjaNIM ADD PRIMARY KEY (id_idn);


 kemudian menghapus tabel menggunakan perintah


DROP TABLE pekerjaNIM;


lalu membuat temporary tabel menggunakan perintah

CREATE TEMPORARY TABLE mahasiswa_sementara (id INTEGER NOT NULL, nama VARCHAR(35), tgl_lahir DATE);


kemudian REVOKE tabel agar tidak bisa diakses menggunakan perintah

REVOKE ALL PRIVILEGES ON *.* FROM ‘saya1’ @’localhost’ IDENTIFIED BY ’saya1’;


Untuk mengecek masuk pada saya1, ketik perintah
 
 DESC identitasNIM; 

kemudian akan muncul bahwa tidak bisa diakses

 
Lalu kita coba untuk membuka hak akses menggunakan perintah
 
GRANT ALL PRIVILEGES ON *.* TO ‘saya1’ @’localhost’ identified by ‘saya1’ WITH GRANT OPTION;


Masuk lagi ke akun saya1 untuk mengecek apa bisa diakses tabel identitasNIM-nya. Koneksikan kepada database prakdbd dahulu, lalu ketik perintah

DESC identitasNIM;



Masuk pada akun root kembali, sekarang REVOKE SELECT pada akun saya1
 
REVOKE SELECT *.* FROM ‘saya1’ @’localhost’;


cek kembali , maka tidak bisa mengakses tabel



Dibawah ini adalah database dari tugas ERD (Entity Relationship Diagram) pada postingan kemarin. Perintahnya sama dengan perintah-perintah diatas yaitu mengkoneksikan database terlebih dahulu berikutnya baru membuat tabelnya.

 
Setelah mempraktikan perintah-perintah diatas dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara PostgreSQL dan SQL, di antaranya yaitu :


PostgreSQL
SQL
Merubah nama kolom
 ALTER TABLE namatabel RENAME COLUMN “namakolom asal” TO namakolombaru;
ALTER TABLE namatabel CHANGE namakolomasal namakolombaru tipedata;
Melihat tabel
\d namatabel;
DESC namatabel;
Revoke
REVOKE ALL ON TABLE namatabel FROM  namauser;
REVOKE ALL ON TABLE namatabel FROM ‘namauser’@’localhost’;
Grant
GRANT ALL ON TABLE namatabel TO namauser;
GRANT ALL ON TABLE  namatabel TO ‘namauser’@’localhost’;
Revoke select
REVOKE SELECT ON TABLE namatabel FROM namauser;
REVOKE SELECT ON TABLE namatabel FROM ‘namauser’@’localhost’;
Membuat user
 
CREATE USER ‘user’ @’localhost’ IDENTIFIED BY ‘user’;
CREATE USER user WITH CREATEDB PASSWORD ‘user’;



    Kesimpulannya dalam PostgreSQL dan SQL kurang lebih penggunaan querynya banyak kesamaan, yaitu bisa membuat tabel, memanipulasi tabel, membuat temporary tabel, mengubah nama tabel, mengubah nama kolom, menambhakan primary key, memberi perintah keamanan seperti GRANT dan REVOKE, serta bisa memberi inheritance pada tabel.
      
     Bisa dilihat perbedaan query untuk masing-masing perintah pada tabel diatas. Maka ketika menjalankan keduanya , kita harus sabar dan memiliki konsentrasi penuh agar query keduanya tidak tertukar lalu error atau tidak bisa dijalankan sesuai keinginan kita.

     Dan semoga laporan praktikum diatas bermanfaat untuk pembaca yang sedang belajar atau mendalami perintah-perintah query PostgreSQL atau SQL. Kritik dan saran dari pembaca sangatlah penting untuk memperbaiki tulisan ataupun kesalahan penulisan query diatas dengan meninggalkan komentar di blog saya. Semoga bermanfaat :)   

Sumber : 
Materi Praktikum Desain Basis Data 2013.pdf
http://spatabang.blogspot.com/2013/06/cara-membuat-relasi-antar-tabel-database.html 
http://azilmoza.blogspot.com/2012/10/pembuatan-dan-manajemen-tabel-sebuah.html
http://budhisusetio.blogspot.com/p/sql-dml-ddl-dcl.html

Rabu, 24 September 2014

Entity Relationship Diagram (ERD)


 
Dari ERD di atas bila dijabarkan maka :

  • Entitas : Personal , Anggota FC , Merchandise
  • Atribut  : No HP, Nama, Alamat, ID Anggota, Nama Anggota, VCD, Buku Biografi, Kaos.
  •   - Atribut Primary Key : NO HP dan ID Anggota.
  •   - Atribut Composite  : Nama Depan dan Nama Belakang.
  • Relasi :  Daftar dan Diskon.
 
 

Laporan Praktikum Desain Basis Data ( Pertemuan 1 )

      Sebelum membaca lebih jauh ada baiknya mengenal dulu apa sih DMBS itu ? apa pengertian dari DBMS sendiri ? apa saja software DBMS ? dan apa saja keuntungan menggunakan DBMS ? 

       Suatu software basis data merupakan software yang digunakan untuk menyimpan dan memungkinkan data yang telah disimpan untuk diakses dengan perintah-perintah tertentu.  Software basis data sering dikenal dengan sebutan DBMS (Database Management System). DBMS adalah perangkat lunak yang didesain untuk membantu dalam hal pemeliharaan dan utilitas kumpulan data dalam jumlah besar atau memudahkan pengolahan database. Adapun beberapa contoh software yang bisa digunakan antara lain MySQL, PostgreSQL, ORACLE, MS-Access, Sybase dll. Keuntungan menggunakan DBMS adalah :
  • Mengurangi pengulangan data
  • Mencapai independensi data
  • Mengintegrasikan data beberapa file
  • Mengambil data dan informasi dengan cepat
  • Meningkatkan keamanan      
      Di sini akan membahas sedikit tentang bagaimana membuat database MySQL dengan menggunakan dasar - dasar query pada PHPMyAdmin melalui Command Prompt walaupun dalam praktikum sendiri menggunakan software PostgreSQL melalui SQL Shell.

Langkah pertama :
Aktifkan Xampp , check box Apache dan MySQL dan klik tombol start pada keduanya sampai muncul keterangan running

 Langkah Kedua :
Setelah running seperti gambar diatas, masuk ke Accesories yang ada pada All Programs dan kemudian pilih Command Prompt. Selanjutnya akan muncul tampilan seperti dibawah ini :



 Langkah Ketiga :
Masukan perintah cd c:\  untuk masuk ke dalam Drive C.

Masukan perintah cd xampp/mysql/bin (untuk masuk ke folder Xampp tergantung pada penyimpanan masing-masing)

Kemudian masukan perintah mysql –u root (untuk menjalankan mysql). Perhatikan gambar dibawah ini :  


Langkah Keempat :

Perintah yang digunakan ialah

                               CREATE DATABASE namaDatabase ;

setiap akhir perintah harus ditutup dengan tanda (;).
Contoh :  CREATE DATABASE putri13650126; 


Langkah Kelima :
Membuat database lagi namun berbeda nama


  
Langkah Keenam :
Untuk mengecek database yang telah kita buat sebelumnya, masukan perintah

                                            show databases ;

Perhatikan gambar di bawah ini :





Langkah Ketujuh : 
Untuk menghapus database yang telah kita buat sebelumnya, masukan perintah
DROP DATABASE namadatabase;

 Langkah Kedelapan :
Masukan perintah di bawah untuk menghitung bilangan

                                   SELECT 9-5+5*0+3/2;

Perhatikan gambar di bawah ini :


 Langkah Kesembilan :
Masukkan perintah di bawah ini untuk menghitung modulo

SELECT MOD (5,2);

Perhatikan gambar di bawah :


Langkah Kesepuluh :
Masukkan perintah dibawah untuk melihat waktu sekarang

 SELECT current_timestamp;

Perhatikan gambar di bawah ini :


 Langkah Kesebelas :
Masukkan perintah dibawah unutk mengetahui umur kita dengan selisih tahun sekarang dan kelahiran

SELECT to_day(now())-to_day('YY-MM-DD');
 
Perhatikan gambar di bawah ini :



Mengulas sedikit tentang Perbandingan 2 DBMS, yaitu : MySQL dan PostgreSQL

1. MySQL

Kelebihan :
  • Dapat bekerja di beberapa platform yang berbeda.
  • Dapat dikoneksikan pada bahasa C, C++, Java , Perl, PHP, dan Python.
  • Mempunyai lebih banyak tipe data.
  • Program dapat running di semua OS.
  • Tidak membutuhkan spesifikasi hardware yang tinggi untuk bisa menjalankan MySQL.
  • Open source berlisensi GPL (Generic Public License)/gratis.
Kekurangan :
  • Memiliki keterbatasan kemampuan kinerja dalam server ketika data yang disimpan telah melebihi batas maksimal kemampuan daya tampung server karena tidak menerapkan konsep Technology Cluster Server.
  • Data yang ditangani belum begitu besar. Tidak cocok baik menyimpan data maupun untuk memproses data.
  • Tidak multi user, apabila dalam satu jaringan komputer menggunakan program dalam satu waktu, salah satu user harus mengalah sampai user yang lain selesai menggunakan program.
2. PostgreSQL
   
Kelebihan :
  • Function dalam PostgreSQL sangat unik karena PostgreSQL tidak menetapkan built-in language untuk penulisan function. PostgreSQL menyerahkan kepada pemakai untuk memilih sendiri bahasa yang diinginkan yang disebut Procedural Language. Pada saat deklarasi function.
  • kelebihan feature pada PostgresSQL justru membuat Postgres semakin powerful dan membuatnya dapat disejajarkan dengan database besar lainnya seperti Oracle.
  • Menyediakan hampir seluruh fitur-fitur database seperti yang terdapat dalam produk database komersial pada umumnya.
  • Memiliki arsitektur multiproses (forking) yang berarti memiliki stabilitas yang lebih tinggi.
  • juga memiliki apa yang disebut rule, yaitu tindakan custom yang bisa kita definisikan dieksekusi saat sebuah tabel di-INSERT, UPDATE, atau DELETE.
Kekurangan :
  • Kurang unggul dalam hal ketersediaan fungsi built-in.
  • Standar SQL yang belum dipenuhi oleh PostgreSQL adalah referential integrity dan outer-join.
  • Replikasi di PostgreSQL sendiri belum disertakan dalam distribusi standarnya.
    Dari laporan di atas dapat di simpulkan bahwa masing-masing DBMS memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Nyaman atau tidaknya memakai software tersebut tergantung dari masing-masing si pemakai, kalau saya pribadi masih nyaman memakai PHPMyAdmin dengan menggunakan Command Prompt :) 

    Semoga dengan penulisan laporan tentang Praktikum DBD (Database) ini bermanfaat bagi saya, pembaca dan setiap orang yang membutuhkan informasi tentang ilmu database , Amin.  Karena isi laporan ini berkutat pada dasar - dasar perintah membuat database sampai menghitung umur melalui software MySQL dengan cmd.

   Kritik dan saran dari pembaca juga syarat yang membangun untuk kelanjutan laporan saya. Saya tunggu komentarnya ya pembaca yang budiman:)

Referensi :
Modul Praktikum Desain Basis Data 2014
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/AS400/AS400_B1/01Konsep%20Dasar.pdf
http://devierosaa.files.wordpress.com/2010/10/1-konsep-dasar-dbms.pdf
http://www.unej.ac.id/files/pdf2/sofwan-mysqldanphpmyadmin.pdf
http://aziespitt.blogspot.com/2013/05/mudahnya-membuat-database-dengan-mysql_21.html